Pages

Sponsors

Tuesday, April 6, 2010

Aku TerFikir

Aku melihat nyawa nyawa
Bertempiaran berserakkan berduyun-duyun
Berpusu-pusu
Ada juga yang menyendiri
Menyepi terasing
Ada disana ada disini dan ada di mana-mana
Malah ada yang tidak tahu di mana

Di celah-celah pohon
Di bawah lembayung langit
Melata di dada tanah subur gersang
Ada yang menyusuri permuka-permuka air laut
Sungai-sungai dan paya-paya
Ada juga yang membelah awan
Berlegar di langit yang mungkin ada yang
Tidak pernah seperti itu

Ada nyawa yang menangis
Di sana aku melihat ada nyawa yang
Terkekeh kekeh gembira suka
Ada juga nyawa yang tidak tahu
Aku juga pernah wujud seperti dia
Dan aku juga tidak pernah tahu tentang
Nyawa itu yang disana dan di situ


Ada nyawa bersatu kerna rasa
Kerna jiwa kerna hati
Ada nyawa terasing kerna tiada rasa
Kerna tiada jiwa kerna tiada hati

Aku juga melihat nyawa yang telah
Tiada nyawa
Ya nyawa berpisah dari jasad
Jadi apa yang dicari
Adakah yang ditinggalkan itu yang dicari

Nyawa yang itu pergi
Hadir nyawa yang lain
Kitaran nyawa yang di tiup
Membawa kepada kehidupan
Kehidupan nyawa yang berbeda beda

Jangan engkau lupa wahai nyawa
Kehidupan nyawamu berbeda
Kehiudpan itu kehidupanmu
Tetapi nyawa itu bukan milikmu
nyawa itu milik Dia yang SATU
Jadi apa yang dicari........
Kerna akhirnya apa yang ada bukan milikmu....

-haris indera-
kajang, selangor

5 comments:

Indah Hairani said...

Assalamualaikum,
Puisi sdr. Haris sangat bagus. Semakin mendalam maksudnya..Tahniah teruskan..puisi itu kosa kata terpilih lahir dari hati. Tidak boleh dipaksa...
Wassalam..

lemonade said...

....................................................................................................................................................

HARIS INDERA said...

sama sama...terima kasih krna komen anda Indah....

Haiza Najwa said...

lemonade trsangkut kata-katanya pd bait2 puisi Harriz - demikian adanya..

HARIS INDERA said...

kakakku haiza...hahaha....