Pages

Sponsors

Friday, March 12, 2010

wahai ibu
hadirmu membuatkan aku juga hadir melihat dunia
wahai ayah...kemana engkau pergi
dimana engkau...
jejakmu cubaku cari....
hadirmu juga membuatkan diriku dan juga adik adik dapat menghidu dan menghembus wangian duniawi...
tiada khabar darimu
tiada berita darimu


oh ibu...maaf kan aku.....jika selama aku menjaga mu ada kesilapan atau ketelanjuranku yang mengguris hatimu, sungguh aku tidak berniat untuk semua itu
oh ibu...engkau nyawaku, jangan risau ibuku, percayalah..anakmu ini sentiasa ada disisimu walau apapun terjadi, biar susah kita sama susah mak, aku korbankan hidup ku ni kerana ALLAH demimu

kudoakan setiap hari agar mak cepat sembuh, bole senyum dan gembira serta bercerita seperti dulu
biar la adik adik dengan hidup mereka, mereka juga ada hidup mereka sendiri
doakan untuk mereka ibu

aku percaya tidak ada wanita didunia ini mampu menggantikan tempatmu
ya pasti tidak ada wanita yang mampu berbuat seperti apa yg telah kau lakukan demi aku dan adik adik

benar kata orang, seorang ibu mampu menjaga 10 orang anak, tetapi 10 orang anak belum tentu dapat menjaga seorang ibu, sekarang baru aku paham

wahai ibu....jangnalah engkau merasa susah dan sedih
anakmu ini ada untukmu, percaya la, tiada apa yang dapat menghalangnya, doakan untuk anakmu ini wahai ibu

semoga ya rabbi sudi pandang kita, dan terangi jalan gelap ini, mencari,mendaki dan berduri

mengapa begitu....aku tak mengerti....aku tak faham....atau aku yang salah...

Harus berapa kalikah aku jatuh cinta
Harus berapa kalikah aku mengangungkan wanita yg pernahku kenali
Bila timbul soal darjat,bila timbul soal harta, bila timbul soal nama dan pangkat
Bila datang persoalan mengenai kenbendaan aku mengundurkan diri
Kerna aku sedar aku tiada apa-apa

Zaman melenyapkan nilai-nilai kesucian dan keikhlasan untuk menyayangi dan disayangi
Sebenarnya bagiku cinta itu tidak perlu bersebab
Ya....tiada sebab, mengapa harus ditanya mengapa kita cinta,mengapa kita sayang
Cukup lah sekadar menyatakan dan meluahkan rasa cinta dan sayang itu
Janganlah ditanya mengapa
Kerna jujur aku tidak tahu dimana jawapannya yang harus kucari mengapa itu
Jika ada, aku rasa itu semua dusta,atau sekadar manis dibibir yang akan pudar atau hilang suatu masa nanti kerna jika sebab itu sudah tiada lagi
Maka tiada lah cinta dalam hati lagi....

Jika laila dan majnun
Jika Rumi dan Juli
Bisa menjadikan cinta mereka cinta sejati
Kenapa tidak wanita zaman sekarang yang kebanyakkannya mencari dan mensyaratkan sesuatu sebelum mencintai

Thursday, March 11, 2010

PerinduMU



 Angin malam dalam sepi menyapa dada hati
Mengigilku tersentak dalam nyaman syahdu rindu itu
Ingin kukirim diangin lalu bersama bayu rasa pilu
Bawa bersama spora-spora rindu hingga ke pintu si pemalu


Angin itu menjemput titis-titis hujan
Didada hati gerimis bertalu
Seperti pepaku menusuk kekalbu
Menghempas peti-peti rindu yang datang bertamu
Ternyata pintu itu bukan untuk aku lalui
Hanya sekadar menjadi persinggahan di waktu sepi di kala rindu
Bukan untuk aku
Bukan untuk kamu
Tetapi untuk dia yang tidak pernah diceritakan dahulu
Mengapa engkau begitu, mengorban, menghancurkan peti-peti rinduku
Yang ku kunci rapi tidak akan ku buka lagi demi waktu
Jika itu yang kutahu dahulu
Tidak akan aku berani menyimpan rindu
Kerna rindu itu....rindu pilu yang engkau tipu....
YA ALLAH bawa ku pergi di angin lalu hanyalah aku perinduMU.....

-haris indera-
kajang, selangor

Sunday, March 7, 2010

PerJalanan Ini DiCelah-celah Debu Pasir

Wahai anak-anak kecil
Lihatlah fana dari sirnamu
Suatu ketika dulu
Aku pun seusia denganmu
Di dalam padang sawah menghijau
Di celah-celah tangkai rimbunan padi
Yang nenek banting menjadi beras
Untuk menjadi nasi hindangan kita

Sedikit untuk aku
Sedikit untuk ibu
Sedikit untuk nenek
Dan sedikit untuk adik-adik
Untuk ayah mungkin malam nanti

Wahai anak kecil
Bila besar nanti kau mungkin akan ke kota
Jangan lupa mencari masjid
Disana lebih besar dari surau dikampung
Ya....lebih indah, lebh cantik
Tetapi isinya melimpah bila tiba hari penghulu segala hari
Hari-hari biasa isinya biasa, yang kadangkala bermusim


Yang mengisi pakir-pakir yang dulunya kosong dengan besi-besi kimpal
Yang berkilau-kilau dek pantulan lampu neon
Terbias oleh lopak-lopak air yang hadir kala renyai-renyai hujan
Yang merindu membasahi ubun-ubun hujung rerambut
Kau kuis lembut dengan jari jemarimu

Sekejap matamu dikedip, kadangkala kau pejamkan seketika
Moga bila buka nanti
Berharap agar sesuatu yang indah hadir didepan mata

Mengumpul semangat, tenaga dan jiwa dengan hela panjang
Menghembus dengan keluhan
Pergi saja semuanya
Lenyaplah dari tabung pemikiran ini, dari peti hati ini
Seperti dia meninggalkan aku
Pergi menuju kemenara
Menara ciptaan dunia
Entah apa yang dicarinya
Sehingga sanggup membunuh jiwa orang yang tidak berdosa

Mungkin juga kerana aku tidak sepertinya
Kadangkala bertanya untuk apa dunia ini
Apa dicari sehingga sebegini.....

-haris indera-
kajang, selangor

Saturday, March 6, 2010

-RASA ITU-

Kerna ada rahsia yang tak berani di rungkaikan
Yang menjadi tanda tanya antara aku, engkau dan dia
Antara kita kan tak berani di rungkaikan
Tetapi belum sempat rahsia di lontarkan
Engkau pergi berlari ke pantai
Menggapai buih-buih ombak
Di celah-celah pasir seluas antara
Yang kadang-kadang sedikit demi sedikit
Hanyut bersama desiran ombak menghempas ke lautan
Entah kemana meninggalkan jejak-jejakmu
Antara pepohon rhu yang tegak merendang
Kadangkala menyapu guguran dedaun

-haris indera
kajang, selangor-